Masa Depan Joe Hart Dan Keputusan Guardiola

Performa dari Claudio Bravo sebagai kiper Manchester City dinilai tidak sesuai ekspektasi. Keinginan banyak pihak untuk mengembalikan Joe Hart kembali ke posisi semula kian besar.

Claudio Bravo bermain tak sesuai dengan harapan untuk menciptakan Clean sheet saat menajdi kiper Manchester City. Selama berlaga, dia hanya menciptakan 31 pencegahan bola ke gawang dalam 18 laga.

Performa paling baru dari Bravo terlihat saat City kalah dengan kemasuakn empat gol tanpa adanya gol balasan di Liga Inggris pada minggu yang lalu. Gawangnya kemasukan empat gol dari The Toffees, yang dilaksanakan oleh Romelu Lukaku, Kevin Mirallas, Tom Davies, dan Ademola Lookman.

Di waktu yang sama, Joe Hart malah semakin oke ketika menjadi pemain pinjaman di Torino. Dia berlaga dengan baik ketika mereka menghadapi AC Milan yang usai dengan skor 2-2. Dalam 18 laag di Serie A, dia sudah membukukan 60 penyelamatan.

Mantan kiper City, yakni Shay Given mengatakan bahwa Hart harus diberikan kesempatan kedua oleh pelatih mereka, Pep Guardiola. Pelatih dari Spanyol itu sudah membuktikannya pada salah satu pemainnya, yakni Yaya Toure.

” Joe sudah menjadi pemain yang mendapat hal buruk di awal musim lalu. Namun, dia masih bergabung dengan timnya, dia masih tercatat sebagai pemain di klub Manchester City. Sama halnya dengan Yaya Toure yang tidak begitu diperhatikan dalam tiga atau empat bulan di awal musim, namun dapat bermain kembali, ” kata Given.

Lebih lanjut, Shay Given merasa bahwa Joe Hart dapat kembali pulang di bulan Januari dan menikmati performanya selama musim ini, sebelum akhirnya Pep Guardiola kembali memutuskan pada musim panas yang akan datang.