Bergaji Rp 1,4 Milyar Seminggu, Pemain Ini Mengecewakan

Bergaji Rp 1,4 Milyar Seminggu, Pemain Ini Mengecewakan

Sia-sia itulah kata yang tepat untuk pembelian seorang Jermain Defoe. Eks striker timnas Inggri tersebut digadang-gadang akan menjadi juru selamat bagi Sunderland ketika mendatangkan pemain tersebt dari Toronto FC pada bulan Januari silam.

Namun sejauh ini Defoe belum emmberikan kontribusi yang diharapkan. Jangankan menyelamtkan tim dari kemerosotan, penyerang tersebut sejauh ini hanya mampu mencetak tiga gol dari 13 penampilanya bersama Sunderland.

Tiga bulan berkiprah bersama Sunderland dengan gaji per minggu sebesar 1.4 miliar, nampaknya sia-sia belaka. Tak ayal jika masa depan sang pemain pun diragukan akan bertahan di Sunderland lebih lama lagi.

Meskipun ia mencetak satu gol tendangan voli yang luar biasa untuk mengalahkan Newcastle pada derby Tyne-Wear, Defoe tampil menyedihkan pada kekalahan 4-1 di kandang Sabtu lalu vs Crystal Palace, yang meningkatkan kekhawatiran degradasi Sunderland.

Usaha Sunderland untuk menyelamatkan derajat tim dengan mendatangkan Defoe nampaknya sia-sia belaka. Padahal Defoe merupakan investasi terbesar yang dilakukan Sunderland musim ini. Pemain berusia 32 tahun tersebut menandatangani kontrak 3,5 pada bulan Januari untuk membuatnya menjadi pemain dengan gaji terbesar.

Alasan Sunderland mendatangkan Defoe adalah rekor golnya di Liga Primer terbilang cukup baik, namun hal tersebut berbanding terbalik dengan penampilannya bersama Sunderland sejauh ini. Defoe tak mampu mengangkat prestasi tim. Bahkan Sunderland saat ini harus berjuang menghindari degradasi. Ekpetasi yang terlalu tinggi untuk seorang juru selamat yang tak ada dalam diri Defoe.

Seorang sumber dari petinggi klub mengatakan, “Klub melakukan investasi besar dengan harapan Defoe akan mencetak gol untuk membantu menyelamatkan tim.”

“Dia mencetak gol yang hebat melawan Newcastle, tapi secara keseluruhan dia tidak cukup bagus.”

Karir Jermaine Defoe paling hebat terjadi di Tottenham Hotspur tahun 2004-2008 dan 2009-2014 ketika ia tampil hampir 280 kali dan mencetak hampir 100 gol. Mungkin faktor usia juga yang telah merogoti ketajam Defoe di lini depan. Biasanya pemain berusia kepala tiga sudah harus mempersiapkan rencana pensiunnya.