Sudah Gagal Dapatkan De Gea, Madrid Masih Harus Bayar Rp 158 Miliar Pula

Media-media luar masih hangat dengan pemberitaan kegagalan transfer kiper Manchester United, David de Gea menuju Real Madrid. Topik ini dalam waktu yang singkat langsung menajdi viral di dunia maya. Sejumlah media pun seperti ikut-ikutan memanaskan situasi. Kesannya Manchester United sengaja menggagalkan trasnfer De Gea, padahal Setan Merah punya bukti yang valid bahwa mereka telah mengirim dokumen tepat pada waktunya. Pihak Real Madrid pun kemudian menjadi geram dan menyalahkan MU atas kegegalan transfer De Gea yang sudah di depan mata.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, mungkin itu ungkapan yang tepat untuk Real Madrid. Bagaimana tidak, bayangan saja mereka sudah gagal mendapatkan De Gea kini mereke harus menderita kerugian sebesar 10 juta euro atau setara Rp158 miliar dari kegagalan transfer De Gea dari Manchester United. Kok bisa?

Ternyata kerugian tersebut berasal dari konsekuensi dari perjanjian yang telah disepakati Real Madrid dengan David De Gea. Dalam perjanjian tersebut disebutkan bahwa Madrid akan membayar kompensasi sebesar 10 juta euro kepada De Gea jika mereka gagal memproses transfer pemain itu sebelum penutupan bursa transfer. Wow jadi sekarang jelas kenapa Madrid kesal terhadap MU. Pemain incarannya gagal didapat, malah harus membayarkan kompensasi yang cukup besar.

Seperti pemberitaan sebelumnya Madrid gagal mendapatkan De Gea lantaran dokumen transfer yang mereka kirimkan ke La Liga melewati dead line yang telah ditentukan, yaitu tanggal 31 Agustus pukul 23:59 waktu setempat. Madrid pun lantas menuding bahwa kegagaln tersebut disebabkan oleh Manchester United ang telat mengirim dokumen untuk FIFA dan LFP.

Cukup pelik permasalahannya, hanya beda sememint saja, De Gea tak jadi berseragam Madrid untuk musim ini. Padahal berita tentang kepindahan De Gea sudah digembar gemborkan media sejak lama. Bahkan sejak sang kekasih de Gea menyebut MU tak lebih baik dari pantat kulkas, pemberitaannya pun tak kunjung surut. Berbagai macam pemberitaan tentang De Gea pun beredar, mulai dari Madrid siap menjadikannya sebagai kiper termahal sejagad, hingga tukar tambah De Gea dengan Keylor Navas. Toh pada ujungnya De Gea tak jadi bergabung dengan Madrid. Kalau sudah begini siapa yang mau disalahkan, sedangkan masing-masing kubu memiliki alasan yang kuat.

Kasus De Gea ini sedang dipelajari oleh FIFA. Ini mungkin bisa memberi titik terang kepada kedua belah pihak agar kasus De Gea dapat terselesaikan dengan baik. Hanya ada dua hasil nantinya, yang pertama De Gea bisa bergaung dengan Real Madrid, yang kedua De Gea harus ikhlas menghabiskan satu musim lagi bersama MU.