Platini Kandidat Terkuat Pengganti Sepp Blatter 26 Februari Mendatang

Seperti yang telah sama-sama kita ketahui, Sepp Blatter sudah mengundurkan diri dari jabatannya selaku Presiden FIFA. Padahal ia baru saja memenangkan pemilihan umum presiden FIFA beberapa waktu lalu. Oleh karena itu untuk mengisi kekosongan akibat ditinggalkan oleh Blatter, FIFA pun akan memilih pengganti Blatter sebagai presiden FIFA selanjutnya dalam kongres luar biasa yang akan digelar pada tanggal 26 Februari2016 mendatang. Adapun beberapa nama sudah mulai mengambil ancang-ancang untuk mencalonkan diri sebagai presiden FIFA selanjutnya. Salah satu calon terkuat adalah Michel Platini.

Platini yang saat ini masih memegang jabatan Presiden UEFA disebu-sebut akan menjadi suksesor selanjutnya menggantikan sang Oppa yang telah menjabat sebagai presiden FIFA selama beberapa periode. Bahkan jika saja tak ada skandal di tubuh FIFA, nama Sepp Blatter kemungkinan akan menjadi presiden seumur hidup FIFA.

Dalam sebuah konfrensi pers baru-baru ini, FIFA mengatakan akan memberikan keterangan dan rincian lebih lanjut mengenai proses pemilihan pengganti bos FIFA selanjutnya.

Lantas nama Michel Platini muncul sebagai salah satu kandidat terkuat untuk menggantikan Blatter. Presiden UEFA tersebut disebut-sebut telah mendapat dukungan dari empat dari enam konfederasi bola di dunia. Legenda sepakbola Prancis tersebut dikabarkan akan segera mengumumkan secara resmi bahwa ia akan maju sebagai kandidat bos FIFA selanjutnya dalam waktu dekat ini.

Sejauh ini diketahui Platini telah melakukan pembicaraan dengan beberapa tokoh penting di badan sepakbola dunia. Salah satunya adalah Presiden Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) Sheikh Salman bin Ebrahim Al Khalifa, dan juga dengan seorang anggota eksekutif penting FIFA asal Kuwait, Sheikh Ahmad Al Sabah.

Kedua nama tersebut disebut-sebut akan menjadi kunci kemenangan Platini dalam pemilu mendatang. Al Sabah dipandang sebagai penghubung yang paling penting dalam Komite Olimpiade Internasional dan bersama-sama dengan Salman harus mampu menyatukan suara 46 asosiasi di belakangnya, yang cukup untuk mengamankan mayoritas.

Hubungan masa lalu Platini dengan kuwait nampaknya telah membuat hubungan keduanya semakin solid. Kini semuanya tergantung pada Platini. Apakah ia rela meninggalkan posisi yang telah ia embat selama beberapa periode untuk sebuah jabatan yang lebih tinggi. Jika Platini menang, kemungkinan jabatan Presiden FIFA akan digantikan oleh Wolfgang Niersbach, diharapkan menjadi penerus untuk posisi presiden UEFA.