Jerman Dan Arab Saudi Ikut Terseret Skandal Suap FIFA

Kasus yang sedang melanda FIFA nampaknya akan terus berbuntut panjang, Kini satu per satu kasus skandal suap dan korupsi di tubuh FIFA mulai bermunculan. Yang terbaru malah mencatut nama Jerman dan Arab Saudi. Loh kok bisa?

Dua negara tersebut disebut-sebut terlibat konspirasi dalam penentuan suara dalam pemilihan tuan rumah Piala Dunia 2006. Muncul sebuah kabar yang mengklaim bahwa suara penentuan tuan rumah Piala Dunia 2006 dipengaruhi oleh pengiriman roket peluncur granat.

Surat kabar Jerman, Die Zeit melaporkan bahwa kanselir Jerman Gerhard Shröder memasok senjata ke Arab Saudi sebagai imbalan atas dukungannya dalam penawaran Piala Dunia Jerman. Saat itu Jerman berhasil mengungguli Afrika Selatan dalam voting suara di babak final dalam situasi yang kontroversial.

FBI saat ini sedang melakukan penyelidikan terhadap klaim yang mencatut nama dua negara tersebut. Sumber FBI telah mengkonfirmasikan bahwa mereka akan menyelidiki klaim yang berkaitan dengan semua turnamen yang disebut di atas, kecuali 2006, dan Mesir.

Selain itu ada pula kabar yang mengatakan bahwa eksekutif FIFA meminta uang suap saat perang penawaran untuk Piala Dunia 2010. Dimana pada saat itu Mesir dan Afrika Selatan saling bersaing untuk menjadi kandidat tuan rumah.

Afrika Selatan sendiri merupakan salah satu negara yang mencalonkan diri menjadi kandidat tuan rumah untuk Piala Dunia edisi 2006 silam. Namun kala itu Jerman lah yang terpilih menjadi tuan rumah. Namun empat tahun berikutnya Afrika Selatan terpilih menjadi tuan rumah untuk Piala Dunia edisi 2010 setelah Mesir gagal mengumpulkan suara tunggal. Terkait hal tersebut, diyakini ada permainan orang “dalam” FIFA saat penentuan tuan rumah untuk kedua edisi Piala Dunia tersebut.

Nampak akan ada banyak lagi kasus-kasus yang akan terkuak dalam waktud dekat ini. Belum lagi ditangkapnya sejumlah pejabat penting FIFA diyakini akan mampu memuka berbagai rahasia besar permainan FIFA selama ini. Sebelumnya Sepp Blatter yang terpilih menjadi presiden FIFA untuk empat periode berikutnya, justru mengundurkan diri setelah kasus ini semakin mencuat ke publik. Ada gerangan? Apakah Blatter terlibat?