Ini Alasan Blatter Mundur Sebagai Presiden FIFA

Secara mengejutkan Sepp Blatter memilih untuk mundur dari jabatannya sebagai Presiden FIFA yang baru. Ini bukan sekedar bualan belaka karena Blatter sendiri telah mengumumkan pernyataan mundur dari jabatannya kepada pers selasa lalu.

Padahal Blatter baru saja terpilih menjadi Presiden FIFA untuk periode 2015-2019. Namun diluar dugaan Blater malah memilih untuk mundur dari jabatan yang telah ia duduki selama 4o tahun terkahir. Lantas apa alasan Blatter mundur dari jabatan tertinggi induk sepakbola seluruh dunia tersebut?

Muncul spekulasi penyebab mundurnya Blatter dari jabatannya yang belum genap berusia 2 minggu untuk periode kelimanya tersebut. Salah satu spekulasi yang marak didengungkan adalah adanya interprensi FBI dalam tubuh FIFA. Seperti yang diketahui beberapa waktu lalu FBI telah menangkap beberapa pejabat teras FIFA.

Orang-orang pun berspekulasi jika Blatter mengundurkan diri lantaran semakin gencarnya pihak FBI mengusut skandal yang ada dalam tubuh FIFA. Skandal korupsi dalam tubuh FIFA sebentar lagi akan segera terbongkar. Mungkin Blatter takut terseret dalam kasus tersebut. Namun ternyata bukan itu yang menjadi alasan Blatter mundur dari jabatannya saat ini.

Yang menjadi alasan utama adalah kepentingan FIFA. Dalam konfrensi pers beberapa hari lalu, Blatter mengatakan bahwa dirinya saat ini terkait dengan FIFA dan kepentingannya. Itulah yang menjadi alasan utama kenapa ia mengambil keputusan untuk mengundurkan diri.

Blatter menilai, saat ini yang terpenting adalah FIFA dan sepakbola seluruh dunia. Dalam eksempatan tersebut Blatter juga mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama ini.

Selain itu, Blatter juga sedikit berkeluh kesah. Ia mengatakan bawa mandatnya sebagai presiden FIFA untuk periode 2015-2019 tak direstui oleh semua pihak. Ia pun mendesak komite eksekutif untuk mengorganisir kongres luar biasa untuk memilih presiden pengganti Blatter selanjutnya. Hal ini perlu sejalan dengan statuta FIFA dan harus bisa memberikan waktu cukup bagi calon-calon terbaik untuk mendaftarkan dirinya dan berkampanye.

Kemungkina besar Pangeran Ali yang menjadi pesaingnya dalam pemilu lalu akan kembali mencoba peruntungannya sebagai kandidat Presiden FIFA selanjutnya. Disamping itu masih ada nama Platini yang kabarnya siap untuk mengisi kekosongan kursi Presiden FIFA.