Eder, Si Pemain Buangan Penentu Kemenangan Portugal

Eder merupakan bintang timnas Portugal di turnamen Piala Eropa 2016 yang dihelat di Stade de France, Saint-Denis. Sang pelatih, Fernando Santos, mengungkapkan rasa bahagianya dan mengibaratkannya bagai itik buruk rupa yang kini menjadi angsa nan jelita.

Eder sudah bergabung dengan timnas Portugal sejak tahun 2012. Akan tetapi, performannya di klub tidak begitu menarik. Hingga di usianya kini, dia belum pernah bergabung dengan klub yang besar. Sempat masuk ke Swansea City musim panas kemarin, namun kemudian dia hengkang dan masuk ke Lille karena dinilai tidak begitu baik.

Di partai kali ini, Santos tidak memasangnya sebagai starter. Pemain Lille berusia 28 tahun tersebut hanya pemain di bangku cadangan yang mengganti Renato Sanches pada menit ke-79. Siapa sangka, dia menjadi penentu kemenangan Portugal. Di extra time, dia bermain dengan gesit dan menembak gol di menit ke-109.

Padahal Portugal sempat tidak yakin keluar sebagai pemenang, apalagi setelah sang kapten, Cristiano Ronaldo, mengalami cedera di menit ke-25.

Santos mengungkapkan bahwa dirinya mengambil keputusan untuk mengeluarkan Cristiano dan berpikir untuk memasukkan Eder, namun timnas harus mengambil waktu untuk mengubah cara bermain, ini yang membuatnya menggeser Nani ke tengah.

Saat itu, Portugal membutuhkan pemain yang dapat berperan di depan. Pemain yang dapat menyerang dengan baik di udara supaya Prancis tertekan. “ Dia lalu mendatangi saya dan berjanji akan memberikan gol. Dia melakukannya. ” papar Fernando Santos.

Pengibaratan sebagai itik disebutkan juga dalam istilah untuk timnas Portugal di Piala Eropa 2016 ini. Mereka tampil tidak baik dan banyak media yang memberikan kritik pada timnas sejak laga fase grup dimulai.